Sopir Travel Asal Toraja Tewas Ditembak KKB di Wamena, Jenazah Dievakuasi ke RSUD
- Kamis, 17 September 2026
WAMENA — Aparat TNI dan Polres Jayawijaya masih mengejar pelaku pembunuhan Aris Sanda, sopir travel yang tewas saat sedang bekerja mengantar penumpang dan logistik menuju pedalaman. Penemuan jenazah berawal dari laporan kendaraan yang terbakar di sekitar Danau Habema, Rabu (16/9).
Kepala Penerangan Koops TNI Habema Letkol (Inf) M Wirya Arthadiguna menyatakan tim menemukan satu unit kendaraan dalam kondisi terbakar beserta jenazah pengemudinya. Menurut dia, korban diduga dibunuh sebelum mayatnya ditemukan di dalam mobil.
"Aris Sanda alias bapak Tasya, asal Toraja, dilaporkan menjadi korban tindakan kekerasan oleh kelompok bersenjata OPM Kodap II Ndugama yang mengakibatkan korban meninggal dunia," jelas Wirya dalam keterangannya.
Baca JugaMalam Bebas Kendaraan di Lubuk Pakam, Ajang Unjuk Gigi Petinju Muda
Korban Dipaksa Pegang Bendera Bintang Kejora Sebelum Dibawa ke Danau Habema
Peristiwa bermula saat korban membawa penumpang di jalur Trans Wamena-Nduga, Selasa (15/9). Kendaraan yang dikemudikannya dicegat di tengah jalan oleh sekelompok orang bersenjata.
Para penumpang kemudian diperintahkan kembali menuju Wamena, sementara Aris Sanda dibawa ke kawasan Danau Habema. Di lokasi itu pula korban diduga dibunuh.
Dalam video yang beredar, korban tampak mengenakan jaket hitam dan celana pendek berwarna krem. Ia diminta memegang bendera bintang kejora lalu menyampaikan kata-kata terkait Papua. Sejumlah anggota KKB berdiri di sekelilingnya, beberapa memegang senjata api laras panjang hingga panah. Salah satu di antaranya tampak menodongkan senjata ke arah kepala korban selama ia berbicara.
Jenazah Tiba di RSUD Wamena Pukul 15.25 WIT
Aparat tiba di lokasi penemuan mayat di sekitar Danau Habema, Jayawijaya, Rabu (16/9) sekitar pukul 13.15 WIT. Jenazah kemudian dievakuasi menuju RSUD Wamena untuk diperiksa dokter.
"Jenazah korban dievakuasi dan dibawa menuju RSUD Wamena untuk dilakukan pemeriksaan oleh dokter," ungkap Kapolres Jayawijaya AKBP Anak Agung Made Satriya Bimantara.
Jasad korban tiba di RSUD Wamena sekitar pukul 15.25 WIT. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui kondisi medis serta sebab dan mekanisme kematian korban.
"Setelah pemeriksaan selesai dan jenazah diserahkan kepada pihak keluarga, personel kembali ke Mako Polres Jayawijaya. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dalam keadaan aman dan terkendali," jelasnya.
Polisi Amankan Barang Bukti, TNI Kecam Aksi Kekerasan
AKBP Anak Agung memastikan penyelidikan terus berlangsung. Polres Jayawijaya melakukan pengejaran terhadap pelaku dan mengamankan seluruh barang bukti yang ditemukan di lokasi kejadian.
Prajurit TNI juga masih menyelidiki kasus ini untuk mengejar para pelaku. TNI mengecam aksi kekerasan yang mengakibatkan korban meninggal saat sedang bekerja.
"Kami sangat menyayangkan peristiwa ini. Korban sedang bekerja membawa logistik dan melayani transportasi masyarakat menuju pedalaman," papar Wirya.
Redaksi
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Berita Lainnya
Sinergi Strategis dengan Muhammadiyah: BSI Perkuat Ekosistem Investasi Emas Lewat Kemitraan MBC Gold
- Minggu, 20 September 2026
KAI Commuter Kembali Operasikan 1.065 Perjalanan Harian Usai Tambah 4 Jadwal Line Bogor
- Minggu, 20 September 2026
Terpopuler
1.
2.
3.
GDPS Garap Bisnis Private Aviation, Jasa Cleaning Jet Pribadi Asia
- 16 September 2026
4.
PKB Dukung Rekening Massal 200 Juta WNI, Soroti Akses Penghasilan
- 16 September 2026










